Madness (Again)....

Readers, selama hidupku, bully adalah hal biasa yang sering aku dengar dan rasakan. Bahkan hingga saat ini aku masih terus mendengar dan merasakannya. Semua karena sakit fisikku yang memang bisa dimaklumi jika orang mengejek. Namun aku sudah tidak terlalu memikirkannya lagi karena sudah terasa seperti "sego endok" yang aku nikmati setiap hari..
Tapi, sejujurnya aku kesepian. Aku nggak punya teman dekat apa lagi seorang kekasih. Hingga saat ini aku masih terus introspeksi diri, kenapa aku mendapatkan ujian ini. Apa sih salahku sampai-sampai aku diuji dengan hal ini..?

Tahun 2011 lalu hingga saat ini aku mengagumi dan mencintai perempuan-perempuan (idol) cantik. Sebenarnya aku hanya menjadikan mereka pelarianku dari diriku saja..
Terkadang bagiku mengidolaka seseorang lebih indah dari memiliki seorang kekasih. Karena, aku bisa merasakan jatuh cinta setiap kali aku memandangnya. Rasa semangat seperti mengalir ke jantungku. Yaa, meskipun aku hanya bisa memandangnya di layar kaca..

Sindiran pun datang, mulai dari yang menyindir "relationship sama akun palsu ya?" atau "pacaran kok sama poster! hahaha" dan lain sebagainya. Mau gimana lagi, sejak ditinggal sama si Jepang dulu (setelah tau kondisiku sebenarnya) aku semakin dibukakan mataku bahwa kekasih hanya sekedar mimpi indah yang sulit terwujud bagiku..

Aku sepenuhnya menyadari bahwa ngidol itu nggak baik pengaruhnya untuk psikologiku. Aku belum temukan jalan keluar yang tepat, aku terjerat rasa sepi, aku butuh semangat untuk menjalani hidup yang nggak bisa aku harapkan, aku butuh sesuatu untuk melupakan dinginnya hidupku..

Aku terjebak dalam madness (kegilaan) yang rumit. Benar-benar rumit. Dua idol berlalu dan sekarang datang lagi yang. Hhhaaaaahhh! Aku pusing..

Sejujurnya aku dah muak sekali dengan motivasi palsu ini. Lama-lama aku bisa benar-benar gila. Semoga aku bisa temukan motivasi dan semangatku dari hal yang jauh lebih sehat. Amin..

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

    Share yuk

    Related Posts

    Previous
    Next Post »