Cara Mengatasi Rasa Malas Menulis Saat Membuat Novel


Readers, rasa malas menulis saat membuat novel itu adalah hambatan terbesar bagi para penulis novel yang masih sangat pemula. Menurutku, rasa malas adalah hambatan yang jauh lebih berbahaya bila dibandingkan dengan hambatan lainnya seperti misalnya kebuntuan dalam menemukan ide cerita, dan sebagainya.
Courtesy of infokuis.net

Bagaimana cara menghilangkan rasa malas pada saat menulis novel? Cara menghilangkannya sederhana sekali, yaitu dengan komitmen.

Yuk, mari kita ulangi kata tersebut dengan pelan-pelan..


K-O-M-I-T-M-E-N


Menurut Bang Arul Khan didalam bukunya yang berjudul Jadi Penulis T.O.P B.G.T. Bila diibaratkan sebuah mobil, komitmen itu adalah bensin. Mobil tanpa bensin sudah pasti tidak akan bisa berjalan. Begitu juga dengan kamu. Jika kamu tidak memiliki "KOMITMEN" maka kamu tidak akan pernah bisa menjadi novelis.

Selain itu, komitmen juga bisa membuang jauh khayalan kamu. Mungkin kamu pernah berkhayal bahwa suatu saat nanti kamu akan bisa menyelesaikan novelmu, kemudian diterbitkan, dan menjadi best seller. Membayangkan bila kamu akan menjadi penulis novel hebat seperti Asma Nadia, J.K.Rowling atau Tere Liye. Namun, karena kamu tidak punya komitmen, kamu malah terlalu asyik dengan khayalan kamu sendiri. Sehingga kamu menjadi terlalu malas untuk menulis.

Atau mungkin kamu menjadi malas juga karena sudah terlanjur melempem saat melihat jumlah halaman novel yang berpuluh-puluh hingga beratus-ratus halaman panjangnya. Untuk itu, mari kita coba cara sedehana ini, yaitu dengan membuat jadwal rutin menulis. Huehehe.. Jadwal adalah musuh bebuyutan bagi pemalas. Membuat jadwal rutin menulis adalah salah satu cara yang membantumu menanamkan komitmen serta membiasakan dirimu untuk menulis dalam jumlah halaman yang panjang.

Tapi, untuk permulaan ini kamu lupakan saja bayangan soal jadwal menulis berjam-jam sambil menggigiti pensil. Kamu cukup sediakan waktu 1 atau 2 jam pada pagi atau sore, setiap harinya. Dengan begitu, rata-rata kamu bisa menghasilkan 300 hingga 1500 kata perharinya. Ya kalau bisa, bolehlah ditambah lebih banyak saat akhir pekan. Ingat ya, kamu harus rutin memenuhi jadwal ini.

Yang pasti, selama kamu memenuhi jadwal rutin itu, harus ada yang kamu hasilkan. Entah itu hanya satu paragraf atau bahkan hanya satu kalimat, tapi itu lebih baik daripada kamu melewatkan jadwal menulis itu tanpa menghasilkan apapun. Pokoknya jangan terburu-buru hari ini ingin menulis berjam-jam, tapi besoknya berhenti menulis. Aduh, bahaya tuh. Banyak sekali penulis pemula yang kemalasannya kambuh lagi karena seenak udelnya melewatkan jadwal rutin menulis seperti ini.

Tetap semangat dan teruslah menulis, readers. Semoga bermanfaat! ^_^









Referensi:

  1. Arul Khan (2006). Jadi Penulis T.O.P B.G.T. Bandung: Pernerbit Dar! Mizan.
Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..