Tutorial OpenTTD: Cara Meng-Indonesia-kan Bahasa Permainan



Readers, banyak sekali gamers yang belum tahu bahwa permainan Transport Tycoon Deluxe dapat di-Indonesia-kan. Padahal, sebenarnya cara meng-Indonesia-kan game ini sangat mudah sekali kok dan tidak butuh waktu lama. Kalau bingung bagaimana caranya, yuk simak cara dibawah ini.

Pertama, kita mulai dari mengubah pengaturan permainan dan bahasa permainannya dulu, agar menjadi bahasa Indonesia. Berikut ini caranya..

1. Pertama kamu harus jalankan program OpenTTD lalu buka Game Setting. Ganti bahasanya (language) menjadi bahasa Indonesian. Nah, beginilah tampilan bahasanya setelah diganti menjadi bahasa Indonesia.


2. Kemudian atur berkendara menjadi di lajur kiri, simpan otomatis mati. Jangan lupa atur juga mata uangnya juga.


Tapi karena mata uang rupiah tidak ada didalam daftar, kamu harus pilih atur sendiri (terdapat dibagian terbawah)  dan atur menjadi seperti ini.


Sekedar info: Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Poundsterling pada Sabtu lalu (2/4/2015) adalah Rp.19.685


Nah, sekarang kamu bisa keluar dari pengaturan permainan. Selamat! OpenTTD kamu sudah berbahasa Indonesia. Eits, tapi ini masih belum selesai loh, Kita juga perlu meng-Indonesia-kan nama-nama kotanya. Berikut ini caranya.

1. Sambungkan dulu komputermu ke internet, lalu klik menu cari konten. Nanti akan muncul jendela pencarian konten. Ketikkan "Indonesian Town Names" dan unduh skrip tersebut.


2. Setelah terunduh, kembali ke tampilan menu awal permainan lalu klik Pengaturan NewGRF dan aktifkan skripnya lalu terapkan perubahan.


Nah, sekarang sudah ada pilihan nama kota Indonesia di pengaturan permainan. Tinggal kamu pilih saja lalu silahkan test sendiri dengan permainan baru.



Mudah sekali bukan? Sekarang OpenTTD kamu sudah Indonesia banget. Selamat bermain ya!



Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..