Virtual Families 2, Game Ringan ala The Sims yang Sangat Seru


Ketika memelihara hewan digital sudah menjadi hal yang membosankan dan ketinggalan jaman, para pengembang game PC berlomba-lomba membuat berbagai games berjenis simulasi kehidupan yang bisa dikatakan juga sebagai game memelihara manusia virtual. Namun, hingga saat ini masih belum ada yang dapat membantah dominasi seri The Sims sebagai game simulasi kehidupan terbaik dalam satu dekade ini.

Namun, dominasi The Sims ternyata tidak menyurutkan keinginan Last Day of Work untuk menciptakan sebuah game sederhana berjudul Virtual Families pada tahun 2010 lalu. Bahkan, pada tahun 2012 silam, mereka telah merilis suksesornya yang berjudul Virtual Families 2. Tak hanya untuk PC, mereka juga merilisnya untuk pengguna iOS dan Android.
Virtual Families 2 via www.ldw.com
Bagi kamu yang ingin bermain menggunakan komputer, kamu tidak perlu khawatir game ini akan berjalan dengan berat atau lambat. Game PC ini cukup ringan, bahkan untuk sebuah netbook atau laptop sekalipun karena hanya membutuhkan prosesor yang minimal berkecepatan 800 Mhz, RAM minimal 100 MB dan vRAM 64 MB saja. Cukup ringan sekali bukan?

Gameplay

Didalam game ini, kamu akan berperan sebagai pemilik rumah virtual yang sangat rusak didalam komputermu. Pada awal permainan, kamu akan diminta untuk mengadopsi seorang manusia virtual yang dapat kamu ganti namanya. Namun, jika kamu tidak menyukainya, kamu bisa menolak lalu memilih manusia virtual lainnya. Kalau aku sendiri, aku memilih karakter yang paling muda dan gajinya yang lumayan besar.

Selanjutnya, kamu akan dibimbing tentang bagaimana caranya untuk mengurus manusia virtual dan juga cara mendidiknya agar bisa bekerja dengan baik serta mengurus rumah virtual yang ia tinggali.
Rumah virtual yang Rusak via www.ldw.com

Jujur saja, bagiku periode awal permainan di game adalah periode paling menyebalkan karena kita harus terus mengawasi manusia virtual itu. Yeah, terkadang mereka melakukan tindakan bodoh dan kadang lebih memilih bermain hingga keluyuran daripada harus bekerja. Tapi tidak perlu bingung, karena ada dua icon bergambar tangan di pojok kiri atas layar yang digunakan untuk scold jika manusia virtual itu berbuat salah, dan praise jika mereka berbuat hal bagus.
Tips: Jangan sampai kamu salah scold atau salah praise. Jika seandainya kamu scold perbuatan baik, mereka tidak akan melakukan perbuatan baik itu lagi. Sehingga, akan butuh waktu lama untuk mendidiknya agar kembali berbuat baik seperti itu. Begitu juga sebaliknya.
Oh iya, kamu juga bisa menikahkan manusia virtualmu dengan manusia virtual lainnya yang mengirimkan marriage proposal. Jika sudah menikah, manusia virtualmu bisa memiliki keturunan. Untuk membuat keturunan, kamu tinggal seret (drag) saja sang suami keatas sang istri, dan tunggu beberapa saat. Jika berhasil, sang istri akan menggendong seorang bayi.
Marriage Proposal via www.ldw.com

Jika nanti manusia-manusia virtualmu sudah terdidik, mempunyai keturunan, dan bekerja dengan baik, kamu tidak perlu lagi mengawasinya. Kamu pun bisa menggunakan uang hasil kerja mereka untuk memperbaiki rumah. Kamu juga bisa menggunakan uangnya untuk membeli bahan makanan, perabotan rumah tangga dan membeli dekorasi rumah. Ada cukup banyak kok benda yang bisa dibeli dalam game ini, bahkan kamu bisa membeli seekor kucing untuk dipelihara.

Selain itu, ada hal lain yang membuat game ini semakin menarik, yaitu waktu yang real-time atau mengikuti waktu kita. Manusia virtualmu akan makan dan minum sesuai dengan waktu kita, menerima gaji setiap 24 jam, bahkan siang dan malamnya pun mengikuti waktu kita. Jadi, kalau kita lupa membelikan bahan makanan kepada para manusia virtual, maka mereka akan mati dan permainan pun berakhir.

Grafis, Musik dan Efek Suara

Soal grafis, kamu akan disuguhkan grafis yang sama terlalu kartunnya dengan serial Virtual Villagers, hanya saja karakter dan benda-benda di Virtual Families terlihat sedikit lebih proporsional. Mau bagaimana lagi, grafis semacam itu sudah menjadi ciri khas dari tim Last Day of Work.

Soal musik dan efek suara. Sebagai game ringan, aku rasa sudah cukup oke. Tapi aku lebih memilih untuk mematikannya, soalnya musiknya terlalu girly dan aku juga tidak begitu memerlukan peringatan efek suara saat bermain.

Kesimpulan

Game ini sangat cocok bagi kamu yang mencari game yang mirip seperti permainan simulasi kehidupan sejenis The Sims. Terutama bagi kamu para cewek gamers, karena game ini aku rasa memang ditargetkan untuk para cewek yang biasanya tidak mau dibingungkan dengan banyak pilihan.

Game ini juga sangat mungkin untuk tetap dimainkan dalam jangka waktu yang sangat panjang. Mengingat harga barang-barang yang cukup mahal, dan hampir tidak sebanding dengan gaji harian dari tiap karakternya. Yeah, kamu akan butuh waktu lama untuk menyelesaikan permainan ini.

Likes:
  • Ringan, tidak memberatkan sistem
  • Waktu real-time, sehingga terasa cukup nyata
  • Interface cukup sederhana, dan mudah dipahami (oleh anak-anak sekalipun)
  • Ada banyak barang di store yang bisa dibeli
  • Nama karakter bisa diganti sesuka hati
Dislikes:
  • Tidak bisa mendesain rumah seperti The Sims atau The Sims 2
  • Tutorial yang tidak lengkap, sehingga berpotensi membingungkan player
  • Tidak dapat mendesain bentuk rumah sendiri
  • Tidak dapat membuat karakter sendiri
  • Gaji karakter tidak sebanding dengan harga barang yang terlalu mahal

Dimana Kita Bisa Membelinya?

Game ini dapat kamu unduh (download) di website resmi Last Day of Work yang beralamat pada www.ldw.com/virtual_families_2_our_dream_house.php. Untuk pengguna smartphone iOS dan Android, kamu bisa mengunduh Virtual Families 2 secara gratis. Sedangkan untuk pengguna PC (Windows dan Mac), kamu harus membelinya dengan harga $9.99.

Selamat bermain!
Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..