Tahukah Mengapa Kamu Tidak Pernah Merasa Bahagia?


Readers, disela-sela writer's block yang sedang aku alami, beberapa hari ini aku mendapati banyak pertanyaan seperti ini diberanda Facebook-ku. Aku jadi merasa tergelitik untuk menulis artikel pendek ini..

"Kenapa hidupku hampa? Kenapa aku selalu merasa kosong? Kenapa aku tidak pernah bahagia?"

Bagaimana kamu mau merasa bahagia dan tidak merasa hampa kalau kamu sendiri selalu saja membiarkan waktumu kosong dan berlalu dengan sia-sia? Aku rasa, masalahmu sebenarnya bukan 'Tuhan tidak adil' dan 'Tuhan tidak sayang' kepadamu, karena Tuhan itu maha adil dan maha penyayang. Masalahmu sebenarnya adalah saat ini kamu sedang dimakan oleh fikiranmu sendiri yang tak pasti.
Badmood via thisismybipolarlife.wordpress.com

Coba lihatlah dan renungkan, kenapa mereka-mereka yang ada disekelilingmu yang tak pernah diam bisa bahagia. Coba renungkan lagi kenapa para EXTROVERT bisa bahagia? Itu semua karena mereka tidak suka membiarkan waktu mereka kosong dan sia-sia.

Waktu yang kosong itu membuat fikiranmu melayang jauh entah kemana. Mungkin saja fikiranmu melayang menuju ke ingatan masa lampau dimana seringnya adalah ingatan-ingatan buruk yang membuatmu bersedih dan badmood. Mungkin juga melayang ke masa depan yang belum pasti.

Nah, itulah hal yang membuatmu sulit merasa bahagia. Kamu dimakan habis oleh fikiran tentang masa lampau yang sudah seharusnya dikubur dalam-dalam, atau dibuang jauh-jauh. Atau juga fikiran tentang masa depan yang membuatmu lupa bahwa hal itu belum pasti, tapi sudah terlanjur mengkerdilkanmu sendiri.

Jangan pernah hidup di masa lampau, atau masa depan. Kamu hidup di hari ini! Jalanilah hidupmu seakan kamu hanya hidup hari ini, niscaya kamu akan mengisi harimu dengan hal-hal yang bermanfaat. Meskipun itu sekedar kegiatan ibadah (itu wajib), membaca buku, menulis, menggambar, membersihkan rumah. Pokoknya, jangan pernah biarkan fikiranmu yang tak pasti memakan dirimu lagi..

Semoga bermanfaat! ^_^ Smile! It's sunnah!









Referensi:
  • Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni (2003). La Tahzan (Jangan Bersedih!). Pernerbit: Qisthi Press.
Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..