Cara Memperkaya Kosakata untuk Ceritamu


Readers. aku yakin pastilah ada diantara kalian yang suka menulis tapi selalu merasa kekurangan kosakata. Kekurangan kosakata sangatlah menggangu, terutama para penulis yang masih pemula. Misalnya, ketika ada ide tulisan yang brilian, saat baru mendapatkannya kamu bisa dengan lancar merancangnya didalam otak, tapi ketika ingin menuangkannya kamu terhalang minimnya kosakata.

Nah, pada artikelku kali ini, aku ingin berbagi tips memperkaya kosakata dengan mudah dan menyenangkan. Bagaimana caranya?.
Menulis.

Sebelumnya, coba aku tanya. Apa readers suka membaca buku? Banyak sekali teman-temanku yang bertanya bagaimana caranya menulis tapi ketika aku tanya, "Kamu suka membaca buku apa?" Ia malah menjawab, "Wah, aku tidak suka membaca buku.". Lucu sekali bukan? Ibarat orang yang mau belajar menjadi perancang busana tapi tidak menyukai fashion.

Membaca adalah satu-satunya jalan untuk kamu bisa memperkaya kosakata kamu. Namun, membaca yang aku maksudkan bukanlah membaca KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sampai kepalamu pecah. Kamu bisa melakukannya dengan lebih menyenagkan, yaitu dengan membaca buku sesuai dengan tulisan yang akan kamu garap.

Kalau misalnya kamu ingin menulis sebuah cerita, maka buku yang harus kamu baca adalah novel. Novel seperti apa yang harus kamu baca? Bebas saja sih, tapi aku sangat menyarankan kamu untuk membaca novel terjemahan. Kenapa? Karena umumnya, novel hasil terjemahan selalu lebih kaya kosakata dibandingkan novel Indonesia. Ada lebih banyak kata-kata yang bisa kamu pelajari disana.

Tapi tahap ini belum berakhir, karena membaca saja belum cukup cepat untuk memperkaya kosakatamu. Sebelum mulai membaca, kamu harus menyiapkan sebuah buku catatan kecil dan alat tulis. Nah, selagi kamu membaca, jika kamu menemukan kosakata baru yang mungkin akan terpakai dalam ceritamu, segera catat kata itu! Kemudian ketika kamu selesai membaca, kamu bisa mencari artinya di KBBI.

Bagi readers yang tidak punya KBBI, kamu bisa meggunakan KBBI Online.

Tidak hanya kosakata baru saja, kamu juga bisa mencatat kalimat-kalimat yang cukup menarik dari novel itu. Walaupun kesannya sepele, hal itu akan sangat-sangat membantumu dalam memperkaya tulisanmu. Misalnya kata "Lolongan anjing membelah kesunyian malam," dari buku Tom Sawyer. Sepele kan? Tapi kalimat itu bisa menjadi kalimat yang berpotensi membuat bahasa dalam ceritamu menjadi epic!

Namun, kamu harus selalu ingat. Jangan terlalu banyak menggunakan bahasa yang tinggi dalam ceritamu, karena pembaca ceritamu pun belum tentu mengerti artinya bukan? Dalam blogging kita sering mendengar kata "menulislah untuk manusia bukan mesin pencari semata." Nah, kalau dalam menulis cerita kamu harus "menulis untuk pembaca, bukan untuk KBBI semata."

Semoga bermanfaat ya readers!
Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..