Cara Mudah Mengajarkan Sopan Santun Dalam Bersikap, Kepada Anak-Anak


Assalamualaikum. Seringkali kita melihat anak/adik kita yang jauh lebih muda dari kita bersikap tidak sopan, tapi kita tidak tahu cara mengajarkannya selain dengan membentak dan memarahinya. Nah, kalau seperti itu, jangan deh. Nanti kalau sudah besar, dia akan tumbuh menjadi anak yang pemarah.

Oleh karena itu, aku menemukan cara paling mudah memberi pengertian dan pelajaran mengenai sopan santun tanpa harus memarahi anak/adik kita sendiri. Yuk langsung saja ikuti tips ku..


1. Berikan Pemahaman

Pertama-tama, kita harus memberikan pengertian mengenai sopan santun secara empat mata. Namun, siasananya bukan seperti sedang menginterogasi seorang penjahat, kita harus membuat suasananya bebas dari ketegangan. Tidak harus dibuat-buat, kita bisa memanfaatkan kondisi, misalnya ketika sedang main bersama.

Nah, ketika dia sedang asyik dan larut dalam permainannya, kita bisa mulai memberinya pemahaman tentang mengapa harus bersikap sopan terhadap orang yang lebih tua, dan kita bisa mulai memberikan pengertian bagaimana caranya bersikap sopan terhadap orang tua seperti pada poin kedua berikut ini.

2. Mulailah Mengajarkan Sopan Santun Dalam Bersikap

Sulit sekali bila kita hanya bisa berkata begini salah begitu salah, melarang segala sikap yang dilakukan oleh anak/adik kita sendiri. Nah, aku punya cara bagaimana memberitahu bagian-bagian tubuh mana saja yang tidak sopan. Berikut ini contohnya..
Bagian tubuh yang beresiko dianggap tidak sopan.
Dimulai dari lidah, telunjuk, punggung, kemaluan, bokong, kaki, dan telapak kaki. Jadikan posisi kepala orangtua sebagai patokannya. Bagian tubuh tersebut dari anak/adik kita adalah bagian yang dianggap tidak sopan untuk dihadapkan kepada orang tua, dan posisinya tidak oleh lebih tinggi dari kepala orang tua.

Misalnya begini, adik kita memunggungi orang tua, itu sopan atau tidak? Kalau memunggungi itu dengan bagian tubuh apa? Nah, itu baru satu contoh. Lalu, bila adik kita berdiri dihadapan orang tua, itu sopan atau tidak? Kalau berdiri dihadapan orang tua yang sedang duduk dibawah itu bagian tubuh mana yang tidak sopan?

Tentu hampir semua ketidak sopanan dalam bersikap terjawab dengan cara ini. Namun, cara ini masih perlu disempurnakan ya readers. Setiap kebudayaan memiliki budaya sopan santunnya masing-masing, jadi cara ini tidaklah menjamin. Cara ini hanya sekedar memudahkan saja.

3. Berilah Juga Pelajaran Mengenai Sopan Santun Dalam Berbicara

Nah, kalau untuk yang terakhir ini, readers bisa mencobanya dengan cara sesuai dengan masing-masing kebudayaan di keluarga masing-masing. Soalnya setiap keluarga berbeda-beda soal sopan santun dalam berbicara. Ya tapi bagaimanapun setiap orang tua/kakak pasti tahu yang terbaik untuk anak-anak/adik-adiknya.


Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah anak/adik kita sudah cukup sopan atau tidak dalam bersikap dan berbicara? Sifat itu akan teruji ketika ada tamu yang datang ke rumah. anak/adik kita akan menunjukan bagaimana bersikap sopan terhadap orang yang tidak dikenal. Kenapa bukan dengan orang dekat? Karena bila dengan orang dekat, tentu tidak ada rasa canggung dan sifat tidak sopan cenderung ditoleransi.

Semoga bermanfaat. Terimakasih!

Wassalamualaikum.
Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..