HALO, Game FPS Paling Ringan untuk PC


Assalamualaikum. Banyak gamers pecinta game fps di Indonesia yang komputer atau laptopnya pas-pasan, tapi tetap ingin main game fps. Nah, karena itu banyak nekad memainkan game indie yang biasanya berukuran kecil dan kualitasnya diragukan. Wah, sayang sekali bukan? Haduh, jangan biarkan keterbatasan perangkat jadi halangan.

Sebenarnya, kalau memang benar-benar pecinta game fps, kamu tak perlu mencari jauh-jauh. Ada seri Delta Force, Half-Life, dan Counter Strike yang benar-benar teruji kualitasnya. Kemudian kalau mau sedikit jadul, kamu bisa coba Doom, Duke Nukem, atau Quake. Tapi kalau aku pribadi, aku lebih suka game besutan Microsoft yang berjudul HALO: Combat Evolved.
HALO: Combat Evolved.
HALO: Combat Evolved adalah game first person shooting yang dikembangkan oleh Bungie yang bekerjasama dengan Microsoft Games Studios. Pada saat awal perilisannya, game ini langsung menjadi hits. Karena game ini menyajikan petualangan yang padat, grafis yang indah, namun tidak memerlukan spesifikasi komputer yang begitu tinggi.

Cerita

Game ini bercerita tentang kamu yang berperan sebagai anggota pasukan militer elit. Tugasmu disini adalah melindungi bumi dari para alien yang hendak merebut artefak purba yang bernama HALO. Disini kamu harus berjuang mati-matian berpetualang menembus pegunungan, hingga masuk kedalam labirin bawah tanah.

Kedengarannya mudah bukan? Padahal game ini tidak semudah apa yang kamu bayangkan. Cerita game ini bagaikan film, tapi cukup panjang untuk dijadikan sebuah novel. DI Amerika sendiri, novel HALO sudah pernah dibuat dan dalam minggu pertama penjualannya sudah mencapai 200.000 kopi. Keren!

Gameplay

Gameplay game ini sederhana. Untuk memulai permainan, kamu hanya perlu start game, tonton FMV-nya. FMV-nya seperti kita sedang menyaksikan film animasi, full bahasa Inggris, dan tidak ada subtitle (modyar kau kalau tak biasa mendengarkan bahasa Inggris). Penjelasan yang diberikan oleh gamenya juga melalui suara, tanpa teks (tambah modyar), tapi untungnya kadang masih ada sedikit teks yang menjelaskan kita harus apa kalau kita terlalu lama diam.

Setelah kamu bermodyar-modyar memahami ucapan bahasa Inggris, kita akan langsung masuk ke level pertama yang setengahnya adalah tutorial. Ceritanya kamu sedang dilatih menggunakan senjata, tapi tiba-tiba base militer tempatmu latihan diserang oleh para alien. Disitulah petualangan sebenarnya dimulai. 
Level pertama.
Kamu akan berkeliling di peta permainan yang cukup luas tanpa dibekali peta--bahkan aku sendiri sampai tersesat berkali-kali--dan menjalankan apapun perintah dari komandan. Ada tugas untuk melarikan diri dari pesawat yang akan meledak, atau ada juga tugas untuk menyelamatkan anggota pasukan yang lainnya, tapi sulit, karena disini tidak ada istilah tidak bisa melukai teman sendiri. Yeah, beberapa kali aku tak sengaja menembak teman dengan pistol plasma.

Tapi itu belum seberapa. Menurut temanku yang sudah pernah menamatkan HALO, jumlah alien--dari awal hingga tamat--yang menyerang diperkirakan ada jutaan dan terbagi kedalam beberapa jenis serta kemampuan. Tapi itu pun tergantung tingkat kesulitan yang kamu pilih nanti.

Namun, kamu tidak perlu khawatir dengan jutaan alien yang akan menemanimu disepanjang permainan, karena ada cukup banyak senjata yang dapat kamu gunakan. Entah itu senjata yang memang digunakan oleh para pasukan elit militer, atau senjata yang ditinggalkan oleh mayat alien yang telah kamu bunuh.  Senjata milik alien daya bunuhnya lebih mantap bro! Tapi ya amunisinya lebih iprit. Selain itu, nantinya kamu juga bisa mengemudikan sebuah kendaraan perang bersenjata, tapi kamu tidak bisa memilih posisi lain selain supir.
Ngeri aliennya!
Kalau seandainya kamu mati dalam permainan ini, kamu akan hidup lagi di checkpoint. Tapi, semakin sulit tingkat kesulitan yang dipilih maka semakin langka pula checkpoint yang akan kamu temui. Jadi, pertimbangkan dulu sebelum memilih tingkat kesulitan. Kalau mau mengikuti cerita ya pilih yang termudah saja, tapi kalau mau memacu adrenalin ya pilih yang hard lah, biar seru!

Selebihnya, nikmati saja masterpiece Microsoft ini dengan caramu..

Grafis, Musik, dan Efek Suara

Soal grafis, apakah kamu akan meragukan studio game yang memproduksi game Xbox? Grafis HALO sangatlah indah, aku bahkan berani bertaruh bahwa grafisnya masih tergolong indah di tahun 2016 ini. Namun jangan khawatir, grafis indah tersebut tidak akan terlalu memberatkan komputermu. Komputerku yang kadang agak lelet pun bisa dengan lumayan menjalankan game ini.

Soal musik dan efek suara pun jernih sekali! Suara tembakan senjata, gemuruh mesin pesawat, deru angin, air mengalir, suara karakter, semua terdengar jelas. Musiknya pun bukan musik biasa yang bikin kamu joget-joget atau headbang, tapi musiknya semacam brainwave yang mempengaruhi player agar masuk kedalam suasana permainan. 

Jadi, bila suasana tegang, musiknya akan memperparah keteganganmu. Begitu juga ketika suasananya menakutkan, kamu bisa nyaris jantungan karenanya. Karena itu, bila terlalu lama bermain HALO, kamu bisa berhalusinasi. Hahaha. Kalau main harus ingat waktu ya..

Kesimpulan

HALO sangat cocok bagi kamu yang punya komputer atau laptop dengan spek yang tidak seberapa tapi ingin bermain sebuah game fps yang kaya akan kualitas yang dibalut dalam cerita yang bagus. Selain itu, game ini juga cocok bagi kamu yang sedang bete, karena musuh didalam game ini tidak akan ada habisnya menyibukkan jari-jarimu, apalagi dengan rentetan suara senjata yang renyah ditelinga, membuatmu semakin bersemangat.

Intinya gamers manapun tidak akan menyesal untuk melakukan apa saja demi terinstallnya game ini di perangkatnya. Karena pengorbanan apapun akan dibayar lunas dengan kesempurnaan game masterpiece ini!

Likes:
  • Cerita bagus, cukup panjang untuk sebuah novel
  • Grafis indah tapi tidak memberatkan komputer, padahal
  • Musik dan efek suara memperkuat suasana
Dislikes:
  • Tidak ada custom map, tapi fitur ini akan ada setelah dipasang mod HALO CE
  • Tidak ada subtitle, eyke kagak paham keleus
Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..