Renungan: Kenapa Harus Takut Berbuat Salah dalam Berkarya?


Assalamualaikum. Jika aku bertanya kepada seribu manusia lainnya tentang kesalahan dalam karya seni yang aku buat, mereka bisa saja menemukan sejuta kesalahan yang aku lakukan. Karena kesalahan itu pasti ada dan tidak akan ada habisnya.
Paranoid.
Seni apapun di dunia ini, tak butuh logika. Seni tergerak karena intuisi, bukan karena logika. Kesalahan dapat dibenarkan dalam sudut pandang seni, tapi tentu tidak bila bisa demikian dipandang dengan logika.

Bertanya apa kesalahan karyaku kepada orang lain, bukanlah satu-satunya jalan untuk mencari kekurangan diri untuk dikoreksi. Memperbaiki selera seni jauh lebih penting dan jauh lebih bermanfaat daripada mencari kesalahan.

Karena siapapun tak akan pernah bisa menciptakan musik yang indah, bila dia sendiri tidak memiliki selera musik yang bagus. Begitu pula denganku, aku tak akan pernah bisa menciptakan karya tulis yang bagus bila seleraku belum bagus.

Mendengarkan saran dan pendapat orang lain memang perlu, namun setiap orang memiliki seleranya masing-masing yang belum tentu sama denganku. Juga kritik dari mereka, memang tujuannya membangun, tapi tak selalu membuatku merasa lebih baik.

Oh man, berhentilah pura-pura terbantu, dan jangan dulu minta dikritik. Masih belum saatnya..

Berkaryalah untuk diri sendiri. Aku tahu dengan jelas karya seni apa yang aku suka, aku hanya perlu menerima dan mengembangkannya. Yeah, aku muak mengatakannya, tapi aku teringat lagi kata temanku bahwa aku harus lebih menyayangi diri dengan berkarya untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain.

Orang lain tak pernah memintaku untuk berkarya, orang lain hanya peduli sesaat tentang kesalahanku dalam berkarya, orang lain hanya bisa berkomentar, dan orang lain hanya bisa mengucap 'Terimakasih'. Jadi untuk apa bersusah payah berkarya demi orang lain?

Lebih baik inisiatif berkarya itu ditujukan untuk diri sendiri. Asal aku suka, ya aku lakukan demi kesenanganku sendiri. Itulah yang namanya menyayangi diri sendiri. Kalau kepada diri sendiri saja sayang, apalagi kepada orang lain?

Begitulah aku seharusnya. Sadarlah diriku!

Kesalahan dalam berkarya itu manusiawi. Jangan biarkan kesalahan kecil menghantui dan membuat diri sendiri menjadi tidak melakukan apapun. Seperti kata Theodore Roosevelt:
Kutipan Theodore Roosevelt.
Hal yang hampir sama juga diungkapkan oleh Albert Einstein:
Kutipan Albert Einstein.

Good luck, Bryan. I want to see more from you!
Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..