Puisi: Mencumbu Angin


Girl in the Mist by ange08.deviantart.com

Mencumbu Angin

Hadirmu bagaikan cahya mentari
Menyinari jiwaku yang kelam
Kau ulurkan indahnya jemari
Lambungkan aku yang tenggelam

Senyumanmu pupuskan luka
Harum nafasmu hempaskan lara
Peluk tubuhmu merajut asa
Kini kita menyatu, dan sirna lah duka

Haruskah aku membuka mata?
Bila aku merasa nyaman dipelukanmu?
Bila aku nyaman dalam kehangatanmu?
Bila kamu hanya sebuah reka?

Oh.. Aku sedang mencumbu angin
Aku berlindung dari beratnya realita
Semua ini hanyalah sekedar ingin
Segalanya sulit untuk jadi nyata

Seperti mendaki bukit tanpa puncak
Seperti berlari di jalan tak berujung
Nuraniku telah memberontak
Tapi tanpamu, aku kan kembali murung

Aku sayang padamu, Yuki.. 
Tapi kita takkan pernah bisa bersama..
Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..