Untuk Mama


Assalamualaikum. Setelah sekian tahun lamanya, akhirnya aku dapat menulis untuk mama melalui blog ini. Blog adalah tempat para penulis dari berbagai penjuru dunia untuk mempublikasikan tulisannya. Selamat datang di duniaku, mama. Disinilah aku mendapatkan teman-teman yang baik, disinilah aku mendapatkan seorang kakak yang baik, dan disini juga aku menemukan keluarga yang baru. Dan ini adalah kali pertama aku menunjukkan duniaku kepada mama.
Dari kiri ke kanan: Mama, aku, adikku, budhe, dan pakdhe.
Bulan demi bulan berlalu, kini ulang tahun mama sudah dekat, sungguh memalukan bagiku yang tidak bisa memberikan apapun, selain doa dan ucapan. Suatu saat aku akan membelikan mama rumah besar, mengantar mama ke Mekkah, dan mama akan melihatku menjadi orang sukses. Aku janji. Tapi untuk saat ini, hanyalah ini yang aku bisa.

Selamat ulang tahun untuk mama. Aku kehabisan kata untuk melanjutkan tulisan ini. Semua perasaan, dan kenangan membuatku sulit untuk berucap. Sungguh sulit untuk menemukan kata yang sama besarnya dengan perasaan sayangku terhadap mama. Ungkapan perasaan ini juga pasti akan terasa hambar ketika aku belum bisa memberikan apapun, aku tidak pernah memberikan kebanggaan maupun prestasi. Tapi bersama dengan air mata ini, aku mendoakan yang terbaik untuk mama.

Hmm.. Sekilas bayangan tentang sosok mama melintas di fikiranku ketika ingin melanjutkan tulisan inis..
Adikku yang jenong bersama mama.

Mama mungkin terlihat biasa, dan selalu salah dimata orang-rang. Namun bagiku, mama adalah sosok ibu yang kuat dan menguatkan. Hanya mama yang menerimaku sebagai aku. Tak peduli betapapun banyak kekuranganku, kau tetap menerimaku. Tak peduli betapa seringnya aku melukai, pelukanmu tetap terbuka untukku. Tak peduli seburuk apapun diri ini, kau tetap menyayangiku apa adanya.

Mama adalah orang yang selalu setia mendukung cita-citaku. Segila apapun cita-citaku, mama tetap menguatkan langkahku. Disaat aku pesimis untuk dapat menggapainya, kau selalu membuatku kembali optimis. Kini aku teguh dijalanku. Aku tak bisa menjadi komikus seperti harapanku, karena aku tidak menikmatinya. Aku tak bisa menjadi programer seperti harapan papi, karena aku tidak benar-benar suka. Aku hanya ingin menjadi penulis, karena menulis adalah kegiatan yang paling aku cintai dan membuatku bahagia, dan aku bersyukur mama tetap mendukung disaat aku ditertawakan dan dianggap melawan arah ketika bermimpi menjadi penulis. Aku akan berjuang berjuang di jalan ini, untuk mama.
Aku bukannya ingin melawan arah, aku hanya ingin menjadi diriku sendiri..
Jika mengingat kembali di masa lalu, hubungan kita tidak pernah baik sebelumnya, mama. Selalu ada pertengkaran karena kebodohanku yang tak tahu apa artinya kasih sayang. Sekarang aku sudah mengerti apa artinya kasih sayang, dan menyadari besarnya kasih sayangmu, mama. Sungguh aku menyesalinya. Seandainya waktu bisa terulang, aku ingin mengulang lagi masa-masa dimana aku bisa memperbaiki kebodohanku. Tapi itu tidak mungkin, dan sudahlah, biarkan saja menjadi kenangan.
Mama dan bayi tamvan..
Kini aku sudah tidak memikirkan lagi apakah aku akan sembuh atau tidak, karena itu hanya akan menjadi sebuah tanya yang tak terjawab. Satu hal yang aku peduli sekarang ini adalah aku ingin setiap hembus nafasku berguna untuk mama, aku ingin membalas jasa-jasa mama sebelum habis waktuku (meskipun jasa mama tak bisa dinilai dengan apapun, bahkan sekalipun bila aku bisa membeli patung Liberty untuk mama).

Pesanku untuk mama. Mama harus tetap sehat dan menjaga kesehatan, mama harus lihat aku sukses, mama harus membaca buku yang aku tulis suatu saat nanti, karena aku ingin melihat mama merasa bahagia ketika beban hidup mama aku entaskan. Aku ingin melihat mama tersenyum dari hati, dan biarkan aku yang melukiskannya di wajahmu.

Terimakasih atas segalanya, mam. I love you so much!

Tetaplah bersemangat walaupun kita tahu bahwa kita sedang berlari di jalan yang tak berujung. Aku percaya suatu saat nanti kita akan temukan ujung dari jalan terjal yang melelahkan ini. Untuk saat ini janganlah mama urungkan semangat, aku berjanji aku akan setia berkarya bersama mama.
Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..