Pengalaman Pertama Kali Belanja di Belbuk.com

Assalamualaikum. Sebelumnya aku mau mengucapkan terimakasih kepada readers atas kesetiaannya kepada blog yang penuh dengan curhatan ini. Yeah, berkat kalian aku bisa borong buku cukup banyak, dan toko buku yang jadi tempat pembeliannya adalah Belbuk.com. Paketnya udah sampai hari ini loh.


Jujur, aku pilih Belbuk karena hanya toko buku online itu yang menerima pembayaran dengan dollar Paypal. Sebenarnya ada beberapa situs serupa yang terima Paypal, tapi hanya Belbuk yang paling murah. Namun, meskipun termurah diantara toko buku yang terima Paypal. Harga buku Belbuk masih cenderung lebih mahal bila dibandingkan dengan toko semacam Tokopedia atau Bukalapak.

Tapi kualitas buku kiriman Belbuk itu jauh lebih baik daripada Tokopedia atau Bukalapak. Di belbuk aku terima buku yang benar-benar baru dan tersegel dengan baik. Sedangkan ditoko online lainnya, aku sering terima buku dengan segel bolong dan pernah juga sampulnya bernoda (untung bagian belakangnya).


Itu buku-bukunya. Sesuai harapan. Tapi ada kesalahan fatal yang dilakukan Belbuk, yaitu salah memasukan salah satu buku. Aku pesannya Assassins Creed: Forsaken (buku ke-5) tapi yang kudapat adalah Assassins Creed: The Secret Crusade (buku ke-3). Untungnya, aku baru mulai seri Assassins. Coba kalau aku sudah punya keempat buku sebelumnya, kan jadi dobel.

Belbuk memberikan pilihan 2 jasa kurir, yaitu JNE atau NEX Logistics. Oh iya, aku sempat panik karena status resi paketnya delivered dan sudah diterima Bryan, padahal aku belum terima. Nah lo, mabok nggak tuh? Paket buku ratusan ribu salah kirim! Tapi untungnya buku itu akhirnya aku terima sehari setelahnya. Tapi ini salah JNEnya ya, bukan salah Belbuknya. Belum diterima, kok dibilang sudah diterima..

Jadi, bagi teman-teman yang baru gajian dari blog dan kepingin beli buku, untuk saat ini Belbuk adalah pilihan terbaik. Selamat berbelanja..

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

    Share yuk

    Related Posts

    Previous
    Next Post »