Review Novel Game of Thrones

Assalamualaikum. Readers, ditengah boomingnya seri Game of Thrones di TV kabel. Sepertinya hanya aku yang tidak pernah tahu apa-apa (memang nggak langganan soalnya). Gencarnya orang-orang membicarakan GoT akhirnya menarik minatku untuk membeli novelnya.

A Game of Thrones adalah novel epic fantasy yang ditulis oleh George R.R. Martin pada tahun 1996. Kenapa disebut epic? Karena novel ini menyajikan dunia imajinatif yang benar-benar luas dan berbeda dalam balutan cerita berskala besar. Ditambah lagi karakter dalam jumlah besar berserta silsilah keluarganya. 

Mungkin kamu bisa membandingkannya dengan cerita pewayangan "Pandawa dan Kurawa" namun cerita GoT lebih kompleks lagi..

Sesuai judulnya, novel ini menceritakan tentang perebutan tahkta di 7 kerajaan yang penuh dengan intrik. Meski kedengarannya sederhana, merebut tahkta tidaklah semudah itu. Ada banyak persekongkolan, pengkhianatan, hingga strategi jenius yang terjadi di buku ini. Hampir semuanya menegangkan dan seru!

Menariknya, si om penulis tidak menceritakan dari sudut pandang satu karakter saja, melainkan  dari berbagai karakter. Mulai dari yang protagonis hingga antagonisnya.
Catatan: Sekedar tahu saja ya, Om Martin ini kejam loh. Ia tega membunuh karakter penting demi mendramatiskan cerita. Jadi ya siap-siap saja untuk kecewa dan kehilangan..
Eddard Stark.
Karakter pertama yang aku suka adalah Eddard Stark. Ia adalah seorang pemimpin jujur yang dibenci banyak orang, bahkan ingin dibunuh banyak orang karena sifat jujurnya. Ia bahkan tak segan menentang raja bila perintahnya tidak sejalan dengan kejujuran.
Jon Snow.
Kemudian, Jon Snow. Ia adalah anak haram Eddard Stark yang telah bergabung dengan Night Watch (Garda Malam). Cerita tentangnya memang tidak begitu penting dibuku ini, soalnya petualangan Jon akan dimulai pada buku berikutnya.
Tyrion Lannister.
Terakhir, Tyrion Lannister. Setan cebol ini memang berasal dari Klan Lannister (klan yang aku benci sebenci-bencinya). Tapi percayalah, karakter ini menyelamatkanku dari ketegangan. Bayangkan saja, 80% dialog Tyrion itu membuatku tertawa. Tyrion menjalankan tugasnya sebagai pelawak dengan sangat baik.

Tapi jujur, hanya cerita tentang Daenerys Targayen saja membuatku muak, pingin cepat-cepat skip rasanya. Memang sih Dany itu punya peran vital juga dalam seri ini, tapi aku terlanjur muak dan males. Entahlah kenapa.. Ditambah lagi om penulis ini hobi memaksa pembaca menghapalkan karakter minor juga.

Bicara soal kualitas cetakan. Sampulnya bagus meski terlalu tipis. Begitu juga dengan isinya yang tipis, tapi aku bisa memahami. Yeah, buku ini dicetak dengan 935 halaman. Seandainya pakai kertas yang lebih tebal, nggak terbayang tebalnya segimana. Tapi yang tidak bisa ku terima adalah ukuran hurufnya yang kecil.

Ada bonus pembatas buku dengan logo klan. Kalau dapat logo Lannister itu derita loe.. Haha.. 

Baiklah, saatnya memberi penilaian. Buku Game of Thrones ini aku berikan nilai 4.5/5.

Bagi readers yang berminat, buku  ini aku beli dengan harga kalau nggak salah Rp.89.000 di Belbuk. Buku ini dapat terbeli berkat readers sekalian. Yeah, waktu itu aku baru payout hasil pasang iklan di blog ini. Terimakasih ya readers! Jangan bosan-bosan membelikan aku buku, hehe.

Selamat membaca!

Wassalamualaikum.

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

    Share yuk

    Related Posts

    Previous
    Next Post »