[Review] FarCry - Game Ringan dengan Grafis Kelas Berat


Si Jack lagi bergaya.

Assalamualaikum. Readers, sebagai pemilik laptop jadul aku super penasaran dengan game fps berjudul Far Cry yang selama ini dibicarakan kesuksesannya. Berawal dari ngiler karena diiming-imingi kebebasan eksplorasi, tanpa ragu langsung pasang dan ternyata berjalan dengan mulus!

Sejujurnya aku agak kecewa karena kebebasan eksplorasi ternyata hanya ada di Far Cry 2 dan seterusnya. Kalau di seri pertama ini lebih tepat disebut kebebasan menyelesaikan misi dengan beberapa cara yang berbeda.

Cerita di seri pertama ini lumayan bagus dan aku pun lupa kalau lagi kecewa. Disini kita bermain sebagai Jack Carver yang sedang berjuang memburu kelompok penjahat dalam settingan pemandangan hutan dan pantai tropis yang memanjakan mata banget.

Kinclong beud!
Game dibuka dengan fmv tentang kisah Jack Carver sebelum terdampar di pulau tropis. Anehnya di komputerku fmv itu berjalan seakan sedang fast forward. Mungkin sama kasusnya dengan game Freedom Fighter yang juga berjalan dengan cepat. Tapi hal itu untungnya tidak terjadi saat masuk permainan. Fyuh..

Permainan berawal dari Jack yang terjebak didalam bunker. Sambil menjalani tutorial, kita dituntun untuk menemukan jalan keluar. Nah, ketika keluar dari bunker aku seperti melihat surga, indah banget pantainya. Pingin langsung nyebur aja ke laut! Tapi eh markas musuh didepan mata.. Bisa modyar dan ke surga beneran..

Setelah itu yang aku rasakan adalah enjoy. Yeah, aku menikmati level-levelnya yang didesain dengan sempurna, keren, seru sekaligus menegangkan. Keren ketika menyusup di markas dan menghindari sniper; Seru ketika membasmi musuh di kapal dan tebing sementara waswas dengan gangguan helikopter; dan menegangkan ketika monster-monster (ala Doom) mulai bermunculan.

Tempat bundir yang indah.
Yang menarik dari AI di Far Cry adalah kemampuannya untuk sembunyi dan menjebak player. Jadi kita nggak bisa mancing mereka datang, kitalah yang harus datang dan menyerang. Kemampuan Ai disini juga auto balance, alias disesuaikan dengan player. Jadi kalau player sudah mulai jago, kecerdasan musuh pun langsung ditingkatkan.

Tapi yang bakal kerasa saat melawan AI yang makin jago adalah sistem save yang kaammpprreeeet! Kita cuma bisa mengandalkan checkpoint tak kasat mata yang jaraknya jauh-jauh. Bayangkan, aku sudah susah payah stealth dan bunuh musuh satu per satu, eh harus ngulang lagi cuma gara-gara dibunuh satu AI yang ngumpet didekat checkpoint!

Disini kita juga bisa menggunakan mobil yang ampun susah disetir dan keburu meledak karena sering nabrak. Kalau aku mendingan nggak usah naik. Mungkin lebih bijak kalau cara nyetirnya dibuat seperti GTA, bukan fps yang beloknya nggak karuan sementara kita juga harus membidik musuh.

Enak mandang langit begini sambil dengerin Payung Teduh.
Tapi kekurangan game ini sama sekali tidak mengurangi keseruannya kok. Game ringan bergrafis kelas berat ini aku nobatkan menjadi game fps terbaik yang pernah aku mainkan setelah HALO: Combat Evolved dan Brothers in Arms: Earned in Blood.

Bagi readers yang ngiler juga, cek dulu minimum system requirement-nya..
  • Windows XP or Windows Vista, 1 GHz Processor (1.4 GHz recommended)
  • 256MB RAM (512 recommended)
  • 3D graphics card compatible with DirectX 9, Mouse, Keyboard.

Kamu bisa mendapatkannya di GOG. Pada versi GOG, FarCry sudah tertanam patch edisi terbaru sehingga bebas bug dan error. Langsung saja unduh lewat link berikut ini..


Semoga bermanfaat dan selamat bermain!
Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..