Pengalaman Serumah dengan Penderita Jantung


Ilustrasi: Pixabay
Assalamualaikum. Readers, hidup dengan seseorang yang mengidap penyakit jantung itu menakutkan sekali. Sebab saat kambuhnya itu datang sewaktu-waktu tanpa peringatan. Kamu bisa saja kehilangan kapanpun, dan bahkan tanpa menyadarinya.

Ketika sang penderita terlalu memikirkan hal berat, jantungnya sakit. Apalagi ketika terlalu stress, ia bisa sampai tak bisa bangun dan hilang kesadaran. Namun itu bukan berarti terlalu senang juga bagus.

Bila sang penderita terlalu senang, efeknya akan sama dengan ketika memikirkan hal yang terlalu berat. Jadi sungguh ini penyakit yang menakutkan sekali. Karena penderita harus bisa benar-benar mengatur emosi saat senang maupun sedih.

Tapi yang lebih penting, penderita jantung tidak boleh kaget. Ini jauh lebih merepotkan sebab kita tinggal di Indonesia. Negara super berisik dimana motor-motor seenak jidat memakai knalpot yang membuat suara bising dan mengebut tiba-tiba.

Bahkan tak perlu motor. Ketika kamu tak sengaja menjatuhkan sendok, tutup gelas, balon pecah, menutup pintu dengan keras, muncul dan bicara tiba-tiba, semua itu juga bisa menyakiti penderita jantung.

Tahun baru yang harusnya ceria juga jadi menyedihkan, seperti yang pernah aku bahas di "Apa Sih Manfaat Dari Kembang Api!?" bahwa orang-orang yang menyulut kembang api seenaknya itu merepotkan. Disaat semua orang keluar, kamu mungkin harus menjaga sang penderita.

Kalau kamu penyuka kucing yang memeliharanya, dan keluargamu ada yang menderita jantung, maka kamu otomatis akan jadi pembunuh kucing. Mengapa? Kucing akan menjatuhkan barang ditengah malam, dan juga sering berkelahi yang akhirnya membuat sang penderita kaku saking kagetnya.

Mengerikan bukan?

Kalau kamu tidur dengan penderita penyakit jantung kamu tidak akan merasa nyenyak. Telingamu akan otomatis waspada pada setiap erangan, karena kapanpun ia bisa kambuh tanpa sebab musabab. Kalau ini sudah terjadi, kamu harus membantunya untuk tetap sadar dan mengatur nafas sambil menelpon medis. Sebab, ambulans tidak bisa simsalabim muncul di teras.

Kamu akan merasakan halusinasi sejak hari dimana kamu menyaksikan kambuhnya jantung sang penderita. Kamu akan terus dihantui. Dan itulah yang kini sedang aku alami. Itulah mengapa aku jarang sekali posting beberapa tahun belakangan ini.

Sulit sekali untuk fokus ketika setiap erangan membuatmu langsung lari terbirit-birit meninggalkan dunia imaji di kepala. Kamu harus mengulang segalanya dari awal. Menenangkan diri dan mengatur mood hingga cukup baik untuk memulai lagi.

Ah, menyedihkan. Tapi inilah yang harus diterima bila masih ingin terus bersama yang kamu sayangi.

Mungkin Tuhan hendak menunda hingga saat-saat terbaik seperti dulu. Aku yakin Tuhan punya rencana yang lebih bagus untukku mengarungi dunia menulis yang luas ini. Suatu saat aku akan melahirkan buku yang selalu aku impikan selama ini.

Bagi siapapun yang membaca ini, kalian harus berusaha menghindari penyakit sialan ini. Sebab ketika kamu sakit, orang-orang disekitarmu akan merasakan sakit yang jauh lebih dalam. Terutama bila itu adalah anak-anak, yang seharusnya tidak boleh merasakan kepedihan itu.

Mohon jaga jantung kita semua.. Sebab bila kamu terkena, kamu hanya akan mengekang mereka yang kamu sayangi dengan rantai permanen..

Terimakasih.

Wassalamualaikum.
Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

1 komentar:

  1. aku bahkan nggak pernah kenal seseorang dengan penyakit jantung seumur hidupku.

    BalasHapus

Monggo berkomentar dengan sopan..