Journal #51: Segalanya Berakhir dengan Tragis


Ilustrasi: Pexels
Assalamualaikum. Rasanya seperti ada pistol menodong kepala saat aku mulai mengetik dan menuangkan isi kepala. Rasa takut mengekang bagaikan rantai, dan perih luka lama mendorong air mata hingga tumpah. Aku nggak mengerti apa yang mengikatku, yang membuat aku merasa bahwa menulis adalah dosa sekaligus kutukan.

Apakah aku harus berhenti menulis sekarang? Apakah aku memang kutukan telah melarangku untuk menulis?

Setiap kali aku terbakar untuk menulis, sakit jantung yang ia derita selalu muncul. Mungkinkah aku tetap menulis ketika rasa panik mengejar seperti anjing liar atau serigala kelaparan?

Mungkinkah itu suatu kebetulan bila terjadi terus menerus sepanjang tahun lalu hingga sekarang dan memadamkan api semangatku? Mungkinkah itu kebetulan bila hanya terjadi setiap kali menulis? Bahkan kemarin ketika aku sedang mengetik draft ini, jantungnya sakit disaat yang bersamaan!

Apa sebenarnya yang mengikat kami sehingga ini terus terjadi!?

Apakah berarti bila aku memaksakan diri untuk menulis, aku lebih memilih untuk menjadi seorang pembunuh? Seberat inikah menulis? Apakah harus sedramatis ini pengorbanan untuk melakukan apa yang aku ingin?

Padahal dulu menulis bukan hal berat bagiku sebelum kutukan ini terjadi. Tapi setelah itu terjadi.. Kalian lihat sendiri bahwa blog ini hampir kosong sepanjang 2017.. Itu karena aku takut.. Aku merasa ngeri untuk menyentuh papan ketik terkutuk ini!

Aku harap Allah tunjukkan jalan padaku agar kutukan ini berakhir. Sebab aku nggak mau selesai sampai disini, aku nggak mau dihantui rasa takut nan bodoh ini. AKU INGIN MENULIS!!!!!!!!!


Bryan Suryanto Blogger

Bryan Suryanto lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada tanggal 27 Februari 1995 silam. Ia mengaku sebagai introvert berkepribadian INFP yang suka menggambar dan bercita-cita menjadi komikus tapi selalu gagal. Namun, dari naskah komik yang gagal itulah akhirnya ia menyadari bahwa menulis adalah passion terbesarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo berkomentar dengan sopan..